Stop Wasting My Time, “MiFlash”!!!

Keeping sharing simple...

Xiaomi, siapa yang tau tentang brand yang satu ini. Dari kalangan anak-anak sampai orang tua sekalipun menggunakan brand ini. Kali ini saya akan membagikan pengalaman saya yang cukup pahit agar tidak ada kejadian serupa. Pengalaman saya ini berawal ketika saya mencoba fitur baru MIUI 8 yaitu “dual apps”. Fitur ini digunakan untuk menggandakan aplikasi seperti WhatsApp, Facebook, BBM, dll. Akan tetapi memang tidak seluruh aplikasi didukung oleh fitur ini. Karena jiwa IT itu selalu menjadi “developer” ataupun terkadang menjadi “tester”, akhirnya saya mencoba untuk menggandakan aplikasi Trello. Aplikasi ini berguna untuk mengorganisir tugas yang biasanya digunakan oleh SDLC Agile Kanban maupun Agile Scrum.

Setelah itu saya tidak menyangka bakal terjadi sesuatu yang tidak diinginkan. Clone tersebut gagal dengan tidak bisanya saya login di aplikasi cloning-an tersebut. Saat itu saya tidak sadar jika kegagalan itu akan berdampak besar bagi saya. Beberapa hari kemudian, saya menjalankan rutinitas saya sebagai android developer. Ada yang aneh dengan desktop android saya. Disana terdapat 2 aplikasi pekerjaan saya yang sama alias ter-clone oleh fitur “dual apps”. Saya pun lumayan terganggu akan hal itu, namun saya coba untuk biasakan dan akhirnya saya dapat terbiasa untuk 2bulan.

Setelah 2bulan atau tepatnya hari ini, ada kerusakan luar biasa yang baru saya sadari. Saya tidak dapat melakukan “Google Sign-In” pada semua aplikasi yang ada di Handphone saya. Dan saya sadar ketika saya sedang test untuk aplikasi yang saya buat. Saya coba untuk clear data tapi tetap tidak ada gunanya. Dan pada akhirnya saya disarankan teman kantor saya untuk flashing ulang. Saya baca-baca di forum dijelaskan menggunakan MiFlash, tetapi OS laptop saya Kali Linux. Dan akhirnya saya meminta tolong teman saya untuk flash ulang. Waktu berganti waktu, MiFlash tidak juga menunjukkan sesuatu yang istimewa. Progress berjalan hingga akhir, akan tetapi HP saya tidak kunjung selesai di re-Flash.

2 jam berlalu dan saya sempat putus asa. Akhirnya saya pun membuka-buka folder Image untuk re-Flash seperti orang stress. Ada yang aneh disana, ada file ekstensi “.sh”. WHAT THE FUCK??!!, akhirnya saya segera mempelajari script tersebut. Saya beranikan diri untuk bereksperimen alias coba-coba tanpa tutorial resmi 😀

Saya terkejut karena flashing ulang hanya berjalan sekitar 90 detik -_-
Waktu 2 jam saya terbuang sia-sia hanya untuk “mantengin” MiFlash. Tau gitu saya pakai script buat linux aja ~

Yaaaah, mungkin begitulah sedikit curhatan dari saya. Untuk cara-cara flashing ulang di Linux-nya silakan ditunggu ya. Udah malem nih, waktunya ikan bobok hehehe ^_^

Sedikit dokumentasi…

Screenshot from 2016-11-01 20-48-54

Screenshot from 2016-11-01 23-55-25 Screenshot from 2016-11-01 23-55-51

Keeping sharing simple...

1 Comment

  1. woghhhh..joss eksperimennya mas Hasan

Tinggalkan Balasan

Simple Share ButtonsKeeping sharing simple...
Simple Share Buttons