Mengoptimalkan kinerja Android Studio

Keeping sharing simple...

Bagi developer android seperti saya, saat ini pembuatan aplikasi sudah dipermudah dengan adanya Android Studio. Saya ingat saat dulu masih SMA, pembuatan aplikasi android menggunakan aplikasi eclipse lalu menginstall manual SDK nya. Itu masih dalam hal menginstall saja sudah cukup ribet. Pembuatan aplikasinya sendiri juga cukup susah, karena terbatasnya referensi yang ada dan IDE eclipse ini kurang membantu dalam memberikan “contekan”. Android Studio berbeda, developer tidak perlu menginstall manual SDK serta sangat memudahkan developer dengan selalu memberikan “contekan”.

Namun, semua pasti memiliki kelemahan. Tidak terlepas Android Studio ini juga begitu. Dibalik kemudahan itu ada tantangan yang besar pula bagi developer untuk dapat berjalan lancar di laptop mereka karena beratnya aplikasi ini. Berdasarkan pengalaman saya sebagai android developer, saya akan menunjukkan cara cepat agar android studio dapat optimal. Meskipun mungkin tidak seberapa terasa bagi sebagian orang.

Yak, langsung saja dibuka aplikasi Android Studio nya…

Screenshot from 2016-10-15 09-06-47

Setelah itu buka File > Settings atau dengan keyboard shotcut default nya ctrl + alt + s dan pindah ke tab Pligins

Screenshot from 2016-10-15 09-14-05

Disana merupakan list dari plugin-plugin default yang diberikan oleh Android Studio. Menurut saya, ada cukup banyak plugin yang tidak penting bagi saya pribadi. Namun jika plugin itu dirasa dibutuhkan bagi kawan-kawan sekalian, maka jangan dimatikan.

Saya sendiri mematikan CVS Integration, Git Integration, GitHub, hg4idea, dan Subversion Integration . Dari sini dapat ditarik kesimpulan bahwa Android Studio memiliki banyak sekali plugin untuk version control. Padahal tidak semua developer membutuhkan semua itu. Saya sendiri menggunakan aplikasi SmartGit untuk mempermudah menggunakan git version control . Lebih ringan juga dan tidak memberatkan kinerja Android Studio dalam pembuatan aplikasi android itu dendiri.

Jika sudah, langsung simpan saja settingannya dan restart Android Studio nya. Biasanya bakal terasa langsung perbedaannya saat loading splash screen pertama. Tetapi dalam hal compiling menurut saya kurang mengena efeknya. Karena yang dibutuhkan compiling adalah kapasitas RAM dan kecepatan Internet. Saya sendiri menggunakan RAM 16 GB dan koneksi internet 50Mbps, dapat compiling dengan durasi kurang lebih 1 menit. Yang sebelumnya berdurasi 6 menit setiap compiling dengan RAM sebesar 4 GB. Cukup signifikan bukan? Jika kita debugging 10x saja bisa memakan waktu 60 menit atau setara satu jam. Namun Android Studio sekarang telah dilengkapi fitur Instant Run dimana compiling hanya dilakukan pada file yang diperlukan saja sehingga lebih menghemat waktu juga. Saat ini Instant Run pada laptop saya hanya sekitar 208 milisecond, dan dulu sekitar 5 second saat masih menggunakan RAM 4 GB.

Sekarang keputusan di tangan anda semua. Tergantung kebutuhan kalau menurut saya. Bagi yang memiliki tuntutan kerja tinggi, bisa meng-upgrade RAM. Namun jika hanya seorang mahasiswa yang masih mempelajari saja, menonaktifkan plugin-plugin diatas saja sudah cukup menurut saya.

Selamat mencoba. Semoga bermanfaat ^_^

Keeping sharing simple...

2 Comment

  1. Bhisma Dw says: Balas

    makasih sarannya mas, mantab dah 😀

    1. accan says: Balas

      sama-sama, Bhisma Dw ^_^

Tinggalkan Balasan

Simple Share ButtonsKeeping sharing simple...
Simple Share Buttons