Data Warehouse

Keeping sharing simple...
Data Warehouse?? Hmmm, menurut sebagian orang mungkin tidak asing di telinganya. Tapi, apasih sebenarnya Data Warehouse itu? Nama makanan, jenis hewan, atau mungkin gudang tempat penyimpanan data (seperti artinya)?

Menurut para ahli:

Data Warehouse adalah kumpulan data yang memiliki sifat subjek berorientasi, terpadu, waktu-varian, dan tetap pada pengumpulan data untuk mendukung proses pengambilan keputusan manajemen (W.H. Inmon dan Richard DH)

Data Warehouse adalah database yang read-only analisis dan digunakan sebagai dasar sistem pendukung keputusan (Vidette Poe)

Data Warehouse merupakan database relasional yang dirancang lebih untuk query dan analisis proses transaksi, biasanya mengandung sejarah data transaksi dan mungkin juga data dari sumber lain. Data Warehouse memisahkan beban kerja analisis dari beban kerja transaksi dan memungkinkan organisasi untuk menggabungkan / konsolidasi data dari berbagai sumber (Paul Lane)

Dari penjelasan para ahli di atas, gampangannya Data Warehouse itu sebuah kumpulan data yang disimpan pada database tertentu dimana database tersebut sudah dirancang khusus untuk query dan analisis proses transaksi saja. Sehingga dari data-data tersebut dapat digunakan sebagai dasar sistem pendukung keputusan.

Nah, sekarang sudah paham kan? Saya anggap sudah paham. Saya yakin anda orang pintar (pemaksaan hehehe).

Lalu setelah kita mengetahui apa itu Data Warehouse, bagaimana caranya membuat sebuah Data Warehouse? Apa semudah membalik telor? Bisa jadi. Semua akan terasa sangat mudah jika kita sudah terbiasa kan? hehehe. Kita cari tau dulu cara kerja Data Warehouse dari gambar dibawah ini.

Gambar 1. Skema Data Warehouse

Bisa kita lihat dari gambar diatas, sebelum data masuk kedalam data warehouse dan sebelum data tersebut menjadi dasar Sistem Pendukung Keputusan, terdapat proses ETL. Database Operational System, Database ERP, Database CRM, serta Flat Files melalui proses ETL terlebih dahulu sebelum dimasukkan ke Database Data Warehouse.

ETL itu sendiri adalah singkatan dari Extract-Transform-Load. Gambaran besar ETL adalah menampung seluruh data dengan berbagai jenis tipe data, skema database, nama file, dll sehingga data-data tersebut dapat menjadi satu format baku (menurut skema databse data warehouse) dan dapat dimasukkan kedalam database data warehouse tanpa terjadi banyak kendala.

Setelah Data disimpan ke dalam database data warehouse, disinilah hal yang paling penting. Pengelola data warehouse harus dapat bekerjasama dengan manajer / orang yang membutuhkan data sebagai pendukung keputusan. Karena jika data yang ditampilkan salah, maka keputusan yang dibuat akan salah juga.

Jadi kesimpulannya, dalam pembuatan sebuah data warehouse dibutuhkan data source atau sumber data. Lalu PC yang memiliki performa tinggi sebagai tempat DBMS untuk database data warehouse dan penyimpanan data-data tersebut. Dan yang terpenting adalah kerjasama Manajer / orang yang berperan dalam mengambil keputusan.

Referensi:

  1. http://www.rsrit.com/blog/2014/08/10/automatically-detect-data-errors-inconsistencies-etl-tools/
  2. http://www.dosenpendidikan.com/10-pengertian-data-warehouse-menurut-para-ahli/
  3. Zainurrahmi, Afifah, dkk . 2014 . PERANCANGAN DAN IMPLEMENTASI DATA WAREHOUSE UNTUK KEBUTUHAN SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PENAMBAHAN KUOTA SNMPTN UNDANGAN PADA BAGIAN AKADEMIK PTIIK UB . Malang:Universitas Brawijaya
  4. DeWitt, David J., dkk . 2007 . How to Build a High-Performance Data Warehouse . Cambridge:Massachusetts Institute of Technology
Keeping sharing simple...

Tinggalkan Balasan

Simple Share ButtonsKeeping sharing simple...
Simple Share Buttons